Srikaya

Setiap saat kita sering mendengar nama dan merasakan buah srikaya pada berbagai macam olahan makanan dan minuman yang kita cicipi, seperti roti selai srikaya, cake srikaya, ataupun minuman aroma srikaya. Tapi jujur, bila menyantap srikaya dari buah aslinya, saya belum pernah. Hal ini karena sulitnya menemukan buah Anonna ini di pasaran bebas. Apakah harganya yang relatif masih mahal atau karena stocknya yang terbatas, saya tidak tahu, yang jelas dengan kondisi seperti ini rasanya boleh juga kita belajar Agribisnis budidaya srikaya untuk mencoba mengisi kebutuhan pasar yang masih terbuka lebar.

Srikaya merupakan buah tropis sebangsa sirsak (nonna) yang berebntuk perdu atau pohon, tingginya 3-6 m. Daunnya lonjong sampai jorong menyempit, berukuran (7-17) cm x (3-5,5) cm, bagian bawah daun sedikit berbulu balig (pubescent) atau melokos. Bunganya ekstra-veskular berada pada anak cabang yang muda, umumnya dalam rangkaian 2-4 kuntum, kadang-kadang bunga itu menyendiri, menempel di gagang yang ramping; 3 lembar daun mahkota yang terluar berbentuk lonjong, panjangnya mencapai 2,5 cm, berwarna hijau, lembayung di pangkalnya; 3 lembar daun mahkota terdalam tereduksi menjadi sisik kecil sekali atau hilang sama sekali. Buah merupakan buah semu yang berbentuk bulat atau bentuk kerucut, berdiameter 5-10 cm, terbentuk atas daun-daun buah yang berlekatan secara longgar atau hampir tidak bersinggungan, ujungnya yang membundar itu menonjol, sehingga permukaannya kelihatan berbisul; kulit luar berwarna kuning kehijauan dengan bintik-bintik menyerbuk; daging buahnya berwarna putih berbintik kuning. Bijinya berwarna coklat tua.

Srikaya tumbuh di daerah tropik pada ketinggian sampai 1.000 m dpl, dan memiliki reputasi, terutama di India, berkat sifatnya sebagai tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Perbanyakan dan penanaman biasa disambungkan ke batang bawah sarikaya yang ditanam dari benih Batang bawah sarikaya cenderung menurunkan ukuran pohon. kini perbanyakan melalui stek, cangkokan, dan kultur jaringan belum berhasil dengan memuaskan. Jarak tanam yang kini digunakan berkisar antara 5 m x 3 m dan 4 m x 3 m untuk sarikaya. Tata laksana Dimulainya belajar berbuah untuk sebatang pohon diperlukan untuk melatih pembuahan yang lebat tanpa rantingnya patah. Untuk pertumbuhan pohon yang subur, bentuk pohon yang paling cocok adalah bentuk piala terbuka. Jika pertumbuhan lebih lemah, dikehendaki pohon yang cabang-cabang utamanya berada di tengah. Pemangkasan formatif hendaknya dilaksanakan pada masa istirahat. Di Thailand, srikaya dipermuda setiap tahun agar kualitas buahnya terjamin. Cabang-cabang lateral yang menjadi lemah setelah berbuah hendaknya dipotong dan tunas-tunas pengganti yang lebih subur akan muncul. Pohon dipangkas ketika daun-daunnya persis akan luruh, yang akan meningkat ke pertumbuhan awal lagi. Pertumbuhan baru harus ditunjang oleh pengairan sampai tiba awal musim hujan. Dengan cara ini masa panen dapat diajukan. Untuk memperbaiki pembentukan buah mungkin dapat dilakukan pelepasan sejumlah besar kumbang penyerbuk ke pohon pada hari yang kondusif untuk pembentukan buah.

Meskipun proses pemulasaraan yang relatif menyita perhatian, namun hasil yang akan didapat tentu setimpal dengan usaha yang kita lakukan. dengan harga yang cukup tinggi dan ketersediaan yang masih langka di pasaran tentu merupakan peluang yang sangat besar bagi kita.
So,..sekarang saatnya yang muda-mudi, yang bertani!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: