Tutut

Ikuti perintah saya !
Coba anda katakan ” tutut ”
tapi tanpa manyun !
Kalau anda bisa melakukannya dengan sempurna, berarti anda tidak normal. (Why…naha….???)
Hal ini karena ketika terjadi suatu proses bunyi, maka mulut kita berfungsi sebagai alat resfirasi yang kemudian membentuk phonasi bersama bergetarnya pita suara. Struktur mulut yang terbentuk akan mempengaruhi bunyi yang dihasilkan, dengan demikian maka struktur mulut untuk menghasilkan vokal U dalam keadaan normal biasanya dilakukan dengan cara memajukan rongga mulut sedikit kedepan sehingga menghasilkan vokal U yang lebih sempurna dibandingkan ketika anda mengucapkannya dengan mulut tertahan atau tertawa lebar

Tidak percaya, coba saja!
Tapi bila anda males nyobapun gak apa-apa sih, kayaknya memang gak penting. Tapi kalo kuliner tutut, anda wajib coba. Hal ini sangat penting mengingat tutut dengan nama lain Pila ampullacea ini menyimpan banyak kandungan gizi yang sangat baik. Selain protein hewani berkadar tinggi, Menurut Positive Deviance Resource Centre, tutut juga kaya akan kandungan protein 12 % dan kalsium 217 mg serta rendah kolesterol. Dalam 100 gram tutut terkandung air sekitar 81 gram air dan sisanya mengandung energi, kolesterol, karbohidrat, kalsium dan posfor. Jadi, di samping enak dikonsumsi juga sangat baik bagi kesehatan badan.

Mengingat begitu lengkapnya gizi yang disediakan tutut tersebut, maka layak kiranya Ia dijadikan sebagai pilihan gizi alternatif mengingat harganya yang relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani lainnya. Cara pengolahannyapun mudah dan bisa disesuaikan dengan selera. Bisa digoreng kering, disate, digule, bahkan di Singapore ada koki kreatif yang mengolah tutut menjadi toping untuk Pizza.hm..di Singapore ada tutut, githu?
(gak tahu ketang, lupa, di Singapore apa di Singaparna ya?) Yang jelas coba dulu deh, setelah itu baru komentar mengenai kelezatannya. Salah satu restoran di Bandung justru berhasil menyajikan berbagai variasi menu tutut sebagai sajian menu utama.

Cara menikmati tutut secara konvensional bisa dilakukan dengan tekhnik mencongkel isinya memakai tusukan bambu dari lubang yang telah tersedia. Tapi bila anda penyuka tantangan, anda bisa melalakukannya dengan cara menyedot langsung dari bokong cangkangnya yang telah dipotong (meskipun saya merasa bahwa itu merupakan tekhnik terkejam yang pernah saya lakukan). Tapi sensasinya benar-benar luar biasa, lebih dari sekedar maknyoos !

*Lungguh tutut = siga cicingeun, padahal sawah sakotak kaider kabeh.
banyak orang mengidentifikasikan diri saya seperti itu, tapi saya gak merasa tuh, karena saya benar-benar lungguh.

    • Anis
    • Maret 26th, 2011

    Emang bener, lungguh tutut !

    • Rania
    • April 30th, 2011

    Jadi inget waktu di Bandung nih,…..

    • Alvin
    • Juli 3rd, 2011

    Tutut sama dengan siput ga ?

    • Mungkin tutut adlh terjemahan siput dlm b. Sunda.
      hanya saja klo siput, merupakan penamaan untuk keseluruhan, klo tutut, penamaan pd satu jenis spesifikasi khusus.

    • massol507
    • Agustus 8th, 2011

    wow mantep kangen makan tutut
    mas minta ijin ambil fotonya. makasih
    http://massol507.multiply.com/journal/item/361/Mencari_Kroco_di_Lahan_Tebu

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: