Kelor Tak Sesempit Dunia

“Dunia tak selebar daun Kelor” Mungkin semua orang masih ingat ungkapan manis tersebut. Ungkapan yang sering dijadikan obat gratis yang cukup mujarab untuk orang-orang yang sedang putus asa dengan nasibnya. Tapi bila anda sedang putus asa karena kurang mendapat suplai makanan bergizi baik (saya yakin anda tidak akan mengalami), maka Kelorpun bisa menjadi obatnya. Karena ternyata tanaman yang biasa tumbuh liar ini memiliki berbagai kandungan zat gizi yang tidak bisa diremehkan.

Saya jadi teringat masa kecil saya, ketika itu hampir tiap minggu ada saja menu sayur daun kelor ini, bukan karena tahu bahwa sayuran ini mengandung banyak gizi, namun karena sayuran itulah yang tumbuh disekitar rumah saya sehingga bisa didapatkan secara gratis tanpa harus mengeluarkan uang. Setelah sekarang tahu bahwa gizinya sangat tinggi, Saya sangat berterimakasih pada Ibu saya yang telah memaksa untuk menghabiskan sayur daun kelor itu karena tidak ada lagi lauk yang lainnya. apalagi seingat saya, waktu itu jarang sekali ketemu dengan yang namanya daging sapi, kecuali tiap hari raya Iedul Adha, itupun kalau ada yang berqurban. Kalau tak ada, ya nunggu ada yang hajatan, kawinan atau khitanan (hmm…mengharukan ya !)

Tak ada daging sapi, daun kelor pun jadi. Tanaman bernama latin Moringa Oleipera ini seperti dilaporkan Michael D. Bange dari badan Ipteknya AS di Washington DC, bahwa Kelor memiliki kandungan vit A, vit C dan protein yang berkadar cukup tinggi (hampir mirip daging sapi). Selain itu, Kelor juga kaya akan kalsium dan zat besi sehingga cocok untuk anemia, penurun tekanan darah tinggi serta penyakit jantung. Kandungan lain dari daun Kelor, antara lain sebagai zat antibiotik atau pencegah infeksi bagian luar. Bila pasangan anda punya masalah pada kulit seperti gatal, panu, kadas dan kurap, jangan buru-buru anda tinggalkan. Cobalah kompres dengan tumbukan daun Kelor pada kulit yang terserang. Bila pasangan anda tetap panuan, anda mau meninggalkannya atupun tetap setia, itu terserah ! (..sadis..!!).

Karena begitu banyak manfaatnya, maka tidak ada salahnya jika anda mencoba menu daun Kelor ini. Bila anda penasaran dengan rasanya, mungkin anda dapat membayangkan ketika anda menikmati sajian Italia dengan menu Asparagus, rasanya kurang lebih sama seperti itu, namun ada sedikit rasa pahit khas pada daun Kelor (tergantung pada kepiawaian dalam memasaknya)

Selain daunnya, tanaman ini bisa dimanfaatkan pula bijinya. Biji Kelor yang tua mengandung kadar lemak nabati hingga 40 %. Komposisi asam lemaknya meliputi asam cisnoat, palmiat, ravhakidat. Karena itulah, biji Kelor ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri obat dan kosmetik.

Pemanfaatan biji kelor secara sederhana bisa digunakan sebagai bahan penjernih air keruh hingga bisa dikonsumsi, hal ini karena biji Kelor memiliki kemampuan antibakteri. Bahkan biji Kelor ini bisa digunakan untuk menetralisir limbah cair pabrik tekstil. Sebagai bahan bioflokulan, Kelor mengandung zat aktif benzyl isothiocyamate yang mampu mengadsorbsi dan menetralisir partikel lumpur serta logam dalam air limbah atau air keruh.

Cara penggunaannya sangat mudah, cukup dengan memasukkan biji Kelor ke dalam air yang akan dijernihkan atau dinetralisir. Ingat yang dimasukkan biji daun Kelor, bukan biji dalam kolor (kalo yang itumah, khasiatnya apa, semua orang juga tahu). Peace..!

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: