Keajaiban Sang Kacang

Bagi anda para perempuan yang tidak berkenan dengan postingan yang akan membongkar rahasia perkacangan ini, silahkan melewatkan potingan ini dan membaca postingan lainnya yang tidak kalah menarik. Tapi bila anda merasa penasaran dengan keajaiban sang kacang, silahkan lanjutkan dan untuk membuktikannya silahkan teliti kacangnya sendiri (tentunya beli dulu ke pasar terdekat, ya !)

Dari berbagai jenis kacang-kacangan yang tumbuh di Indonesia, yang sudah dimanfaatkan secara umum, baru kacang kedelai sebagai sumber protein dan kacang tanah (jenis ini termasuk kacang-kacangan, bukan ya? tempat perkembangannya yang di dalam tanah membuatnya sedikit bebeda dengan yang lainnya).

Saya tidak akan membahas lebih jauh mengenai dua kacang di atas, karena saya yakin pembaca sudah tahu lebih banyak mengenai manfaatnya. Yang akan saya kupas di sini adalah kacang kecipir (sunda: jaat) yang belum terlalu familiar dalam pemanfaatannya. Pertumbuhannya yang lambat dan rasanya yang agak langu membuatnya kurang populer di masyarakat. Jenis ini justru lebih dikenal sebagai sayuran karena yang banyak dimanfaatkan adalah kecipir muda yang terasa nikmat bila disajikan sebagai lalapan dengan sambel tomat ledok, ikan asin serta nasi hangat tentunya.

Dibalik bentuknya yang unik, bersudut empat dan bersisi lancip, ternyata kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) juga memiliki kandungan gizi yang luar biasa, kecipir mengandung flavonoid, saponin, tanin, kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, vitamin B, vitamin C dan provitamin A. Selain dimanfaatkan sebagai sayuran, cara pemanfaatan kecipir bisa divariasikan menjadi susu kecipir yang tidak kalah dari susu sapi. Kecipir juga bisa dimanfaatkan untuk obat, seperti abat bisul, penambah nafsu makan (karena mengandung tanin), dan masih banyak yang lainnya.

Hmm, sekarang saatnya melirik kecipir sebagai sumber alternatif suplier gizi bagi kita, mengingat gizinya yang tinggi dan mudah didapat dengan harga yang sangat terjangkau.

Beralih ke kacang yang lainnya yang mungkin sudah tidak asing lagi, yaitu kacang hijau. Saya tidak akan menyorot masalah gizinya yang pastinya sangat tinggi. Tapi yang menarik adalah bagaimana dia disajikan sehingga terasa lebih dekat dan lebih disukai semua kalangan masyarakat. Kacang hijau bisa disajikan dalam bentuk tepung, pasta, olahan kue dan bubur kacang. Mungkin sajian terakhir ini yang bisa begitu memasyarakatkan jenis kacang yang satu ini, karena berkat jasa tukang bubur kacang inilah masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan manfaat pasokan gizi dari kacang ini tanpa harus cape mengolahnya terlebih dahulu.

Mungkin dengan sedikit variasi dan cara pengolahan yang lebih kreatif, bisa diterapkan pada jenis kacang yang lainnya sehingga bisa disukai. Misalnya saja Susu rasa mocha dari kacang kerdelai, Nuget dengan bentuk lucu dari olahan kacang kecipir, ataupun brownies dari tepung kacang merah yang tentu gizinya lebih baik daripada tepung gandum. Sepertinya klise bila saya mengatakan bahwa hidangan bergizi tinggi itu tidak harus mahal, namun begitulah kenyataannya. Masalahnya hanya pada bagaimana kita bisa lebih kreatif dalam mengolahnya, sehingga bisa disukai oleh semua anggota keluarga. (he..he..bahasanya, sexy chef Farah Queen juga lewat)

*Oh ya, lewat postingan ini saya kirimkan salam untuk paman dan saudara-saudara saya yang sedang berjuang menyehatkan masyarakat dengan bubur kacangnya. Semoga tiap putaran roda yang didorongnya, mendorong mereka ka Sagara Kabagjaan. Amiin.

    • Asef Sefa
    • Maret 10th, 2011

    Raos keneh jaat ngora nya Kang ?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: