Menunda Kebaikan

Sore hari di akhir Desenber 2008, saya mampir ke Pasar Godean yang dikenal sebagai sentra belut goreng. berboncangan motor dengan adik bungsu, saya berniat membeli makanan kesukaan keluarga itu.

Saat berjalan menuju deretan penjual belut goreng, seorang perempuan sepuh mencoba memancing perhatian saya. “Bu, mbok mriki, kulo ditumbasi (Bu, kesini dong, tolong dagangan saya dibeli),” katanya mengiba, sambil jongkok menunggui pecel dagangannya yang masih menggunung.
“Sekedap nggih, Mbah (sebentar ya nek),” jawab saya.
Dalam hati saya berminat juga untuk membeli. Tapi belut goreng lebih menggiurkan. Saya menunda menghampiri si nenek dan gunungan pecelnya, padahal hari sudah cukup sore, sekitar pukul 17.00.
Setelah membeli belut cukup banyak (karena saya juga ingin menjadikannya sebagai oleh-oleh), saya kembali ke tempat parkir sambil tengok kiri tengok kanan. Wah, ternyata si Mbah sudah tak kelihatan. Tukang parkir yang saya tanya menjelaskan mungkin si Mbah sudah pulang.

Saya terdiam, sedih rasanya melepaskan si Mbah pergi dengan membayangkan daganngannya yang menumpuk. Ia pergi tanpa mendapatkan uang. Coba kalau tadi saya tidak menunda keinginan saya untuk membeli. Ya Tuhan, kenapa saya harus menunggu melakukan setitik kebaikan yang sudah dibisikkan hati kecil saya dengan suara yang begitu lembutnya?

Tak henti-hentinya saya menyesalkan kesempatan yang hilang itu. Bahkan dalam kurun waktu lama, pikiran itu masih membayangi. Bertitik tolak dari peristiwa itu, saya sekarang bertumbuh menjadi orang yang paling takut menunda keinginan berbuat kebaikan, meski untuk hal-hal kecil dan bagi orang lain tak berarti. Yang jelas, saya tak mau menjadi orang yang kesekian kalinya “kehilangan” dan akhirnya hanya bisa menyesal.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: