Jari Tak Kembali

Selepas joging mengelilingi kompleks tempat tinggalnya, Andy mengeluarkan mobilnya yang baru dari garasi. Sebuah sedan sporty buatan Eropa yang sejak lama diidam-idamkan. beberapa saat kemudian ia masuk rumah untuk ganti pakaian. Alangkah kagetnya ketika keluar lagi tampak Teddy, anaknya yang baru berumur lima tahun, sedang asyik mencoret-coret bodi mobil dengan penggaris. Mobil yang mulus itu pun baret-baret. Melihat itu, Andy kehilangan akal sehatnya. Tangan si kecil dipukuli berkali-kali dengan penggaris yang ada.

Minggu yang cerah seketika menjadi neraka bagi keluarga muda ini. Sang bocah menjerit-jerit kesakitan mendapat hukuman dari ayahnya. Sang mama yang lagi asyik di dapur tergopoh-gopoh ke depan, histeris melihat tangan Teddy berlumuran darah. Sementara sang ayah bengong tak menyadari apa yang sudah terjadi.

Singkat cerita, Teddy lalu dibawa ke rumah sakit. Meski dokter berusaha semaksimal mungkin mengobati jari si bocah, akhirnya gagal sehingga jari kecil itu harus di amputasi.

Setelah siuman dari operasi, Teddy heran melihat jari telunjuknya tak tampak. Wajahnya yang tanpa dosa menatap sang ayah di sisi tempat tidurnya, “Yah, maafkan Teddy, ya soal mobil itu,” ujarnya lirih, “tapi kapan ya Yah, jari Teddy tumbuh lagi?”

Menyaksikan anaknya yang dicintai merintih seperti itu, hati Andy terasa diremas pilu Digayuti perasaan bersalah. Ia sampai menderita depresi berat

Terlalu sering kita gagal menyadari perbedaan antara orang dan tindakannya. Manusia bisa salah. Namun tindakan yang kita lakukan dalam kemarahan akan meghantui dalam hidup selamanya. Austin O’Malley, seorang dokter ahli kejiwaan Amerika Serikat yang tersohor dengan bukunya Keystones Of Thought pernah mengatakan, “Jikalau bergaul dengan anak-anak, janganlah sampai kehilangan akal. Duduklah di lantai bersama mereka.” Anak-anak dilahirkan tidak hanya untuk kita didik dan besarkan, melainkan juga untuk mendidik dan menguji kita sebagai orang tua.
Mobil rusak bisa diperbaiki, tapi tulang patah dan hati yang terluka sulit disembuhkan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: