Anggun “The Real Snow On The Sahara”

“Snow On The Sahara” sepertinya ungkapan yang mewakili banget perasaan dan apresiasi saya terhadap salah satu aset bangsa ini. Ditengah lunturnya nilai nasionalisme dan minimnya rasa kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, setidaknya sosok Anggun yang sukses meniti karier di dunia internasional menjadi satu titik kebanggaan. Khususnya bagi saya sebagai pans, juga bagi saya sebagai bangsa Indonesia.

Memang benar jika dikatakan bahwa selain Anggun, masih banyak putera-puteri terbaik bangsa yang sukses mendunia dengan kariernya masing-masing, misalnya sebagai; Ilmuwan, Olahragawan, Usahawan, Astronom, praktisi pendidikan, dan lainnya. Para pelajar kita pun tidak kalah tangguh dengan prestasinya yang gemilang dan tentunya sangat membanggakan dunia pendidikan Indonesia. Meskipun demikian, sayangnya prestasi-prestasi tersebut sepertinya dianggap kurang sexy untuk diangkat sebagai Headline news sehingga dengan tidak mengurangi rasa bangga saya, namun gaungya memang tidak terlalu menggema. Lain halnya dengan dunia entertainment yang bisa menembus batas lapisan strata sosial dan batasan administrasi suatu negara.

Suksesnya Anggun di dunia Internasional, memang karena dia memiliki kualitas suara yang sangat mumpuni untuk dapat diterima. secara phisicly yang sangat khas asia dianggap eksotis dengan warna kulit tan nya yang membuat iri cewek-cewek bule Eropa sana. Selain itu, warna musik yang ditawarkanya pun tidak terlepas dari warna Asia yang katanya sangat mistis, dilihat dari sudut pandang mana, saya tidak paham yang jelas keunikan dari seorang Anggun dan warna asia pada musiknya bisa diterima pasar Eropa yang mungkin sudah mulai bosan dengan musik standar yang mereka punya.

Contoh rasa Asia pada musik Anggun bisa ditemukan pada lagu dan video klipnya Snow On The Sahara versi penari Bali, selain itu aransemen seruling pada intro A Rose in The Wind (“Kembali”Indonesian Version), ada juga sentuhan gamelan pada Chrysalis. Serta pada duetnya dengan band ternama Eropa Deep Porest, Anggun menyisipkan irama Sunda pada lirik lagunya yang berjudul Deep Blue Sea. Kecintaan Anggun pada seni tradisional Indonesia pun dibuktikan dengan menyanyikan lagu “Bubuy Bulan” secara live di Paris. gak percaya? anda bisa melihatnya di You Tube (Tapi jangan harap anda bisa melihat Anggun nyanyi bubuy bulan sambil ngengklak jaipongan, bari disarenganan ku kendang penca, karena pertunjukannya dilakukan dihadapan para musisi orkestra pada La boite a musique de jean francois zygel, Francis).

Selain sukses sebagai singer yang telah berduet dengan penyanyi kaliber Internasional lainnya seperti Celine Dion dan Tina arena (Duet Singer Mark Antony pada Soundtrak The Mask Of Zorro), Anggun pun dipercaya oleh PBB sebagai duta pangan PBB bersama Gisele Bundchen, dan Edward Norton.

Dibawah ini di sertakan slide dari konser-konser Anggun.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Anggun, bagi saya kamu memang The Real Snow On The Sahara.

    • Ratna Sari Dewi
    • Maret 4th, 2011

    Bravo Anggun, saya sangat bangga sama kamu !

    • Novitasari
    • Maret 10th, 2011

    Gak ada Photo jadulnya Mas ?
    Saya kangen bgt ma topi baretnya.

  1. To: Ratna Sari Dewi (namanya bagus), sayapun ikut bangga.
    To: Novitasari, Photo jadul Anggun Ada sih, tapi mungkin pada kesempatan lainnya, Tetep stay tune aja pada blogg ini (he..he..)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: