Salah Kaprah Dalam Berbahasa

Jika kita mencermati penggunaan bahasa Indonesia akhir-akhir ini, bisa dikatakan sangat mengkhawatirkan. Jangankan mengacu pada EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), bahasa pergaulan yang sangat sederhanapun tida terlepas dari bahasa-bahasa gaul yang merupakan serapan, baik dari bahasa lokal maupun bahasa asing yang digunakan secara serampangan. Penggunaan bahasa dalam pergaulan anak muda memang sangat susah untuk dikontrol, namun yang lebih memiriskan lagi, media massa, baik itu media cetak ataupun elektronik tidak jauh berbeda ngaconya, padahal seharusnya lembaga publik ini menjadi corong pengendalian budaya, salah satunya adalah pengendalian dalam penggunaan bahasa Nasional secara baik dan benar.

Sebagai contoh penggunaan bahasa yang menyalahi adalah penggunaan akhiran kan dan i. Saya sering mendengarkan tertukarnya penggunaan akhiran kan dan i ini secara massal, padahal penambahan kedua akhiran ini akan membuat makna yang berbeda. Contoh pada kata memahamkan dan memahami.

Kekeliruan berbahasa ini sangat sering terjadi dan sangat mudah dijumpai. Misalnya saja pada acara formal sebuah perbincangan narasumber berita di TV One, bahkan pada penulisan judul berita utama yang jelas tertera di layarkacapun sangat merisaukan para guru dan pengamat bahasa. Di Trans TV dan Trans 7 lebih parah lagi, sepertinya, tertukarnya antara akhiran kan dan i ini sudah menjadi hal yang lumrah.
Pertanyaanya kemudian; Mungkin salah satu prasyarat seleksi menjadi reporter atau wartawan adalah harus lulus tes bahasa Inggris. Apakah mereka dites bahasa Indonesia juga?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: